Renungan dalam memaknai Hari Ibu 2015
Oleh : Ida Yanti, S.Pd. AUD
Al Ummu Madrosatil Uula begitu sabda yang mulia baginda Rasulullah SAW, Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, seorag Ibu, Allah takdirkan sebagai perantara lahirnya manusia di bumi ini, Seorang Ibu sanggup mengandung, melahirkan, memelihara dan mendidik anak-anaknya. Ibu adalah ustadzah pertama sebelum si kecil berguru kepada ustadz besar sekalipun. Maka kecerdasan, keuletan dan perangai sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.
Apabila kita membahas tugas seorang ibu, sungguh suatu tugas yang tidak ringan, Allah telah menganugerahi kaum ibu cara berfikir mendetail , membuat mereka memilki kemampuan mengelola dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam rumah tangganya yang dianggap “kecil” dan tidak teraba oleh kepala keluarga. Menjadi ibu tidak hanya diperlukan kesiapan fisik tapi juga psikis. Bagi seorang ibu yang bekerja, amanah untuk menjaga kekokohan keluarga akan terasa semakin berat, perannya sebagai pendidik anak, manajer keuangan rumah tangga, sekaligus wakil kepala rumah tangga menjadi tumpang tindih jika tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai.
Perempuan sebagai Ibu adalah pendidik yang paling primer bagi manusia terutama anak-anaknya, maka menjadi ibu haruslah berkualitas, anak-anak mereka tidak cukup hanya dipenuhi kebutuhan jasmaninya, namun ruhiyyahnya juga jauh lebih penting. Seorang Ibu mendidik anak-anaknya sejak dalam kandungan hingga mereka dewasa kelak, maka berbekal sabar dan keikhlasan serta kontinuitas tarbiyah [ pendidikan ] menjadi hal yang mutlak perlu bagi dirinya..
“Mencipta” rumahnya sebagai surga dunia bagi anggotanya pun menjadi kewajiban seorang Ibu, tidak berarti mengabaikan peran sang ayah, karena membangun keharmonisan dan keluarga yang berkualitas kata kuncinya adalah komitmen dan kerjasama dalam keluarga, Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis, kondusif, relijius. Penuh keilmuan dan keteladanan, serta kondisi ekonomi yang memadai akan lebih dekat kepada kesuksesan dunia akherat dalam jangka panjang. Karena Keluarga adalah cikal bakal terbentuknya masyarakat dan peradaban, maka kemajuan peradaban akan lahir dari keluarga yang cemerlang, yang di dalamnya ada peranan seorang Ibu yang berkualitas, Ibu yang berkualitas akan mampu menghadirkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Begitulah peran seorang Ibu yang begitu besar dalam menentukan masa depan keluarganya dalam hal ini anak-anaknya, Dialah sumber kekuatan awal dalam keluarga. kasih sayangya yang tulus merupakan tambatan hati bagi anak-anaknya dalam menapaki masa depan. Jari jemari lembut sang Ibu yang senantiasa menengadah ke langit teriring do’a tulus dan deraian air mata bagi si buah hati adalah kunci kesuksesannya di hari esok.
Selamat Hari Ibu kepada seluruh perempuan mulia di manapun mereka berada, yang telah Allah muliakan mereka dengan Syurga dibawah telapak kakinya…
Mari selalu memuliakan Ibu….
#Dalam liburan nan dingin di kota hujan…ditengah dengkur halus suami dan anak-anak tercinta…pukul 2:45, rindu ibu..Desember 2015