TKIT BINA UMMAH

Sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu dan Membangun Generasi SMART and LIFELONG LEARNERS

PROGRAM UNGGULAN

Ramadhan Berbagi, Character Building, Go Green, English For Kinds, Komputer Kinds, Hari Besar Islam, Pengenalan Profesi, Outbond, Family Gathering, Pentas Seni.

Kurikulum

A. Latar Belakang

Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum TKIT BINA UMMAH Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon  pun menjadi perhatian dan pemkiran – pemikiran baru sehingga mengalami perubahan – perubahan pendidikan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) PAUD 2013 adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing – masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 32 Tahun 2013 Pada pasal 77G yaitu struktur kurikulum pendidikan anak usia dini formal berisi program-program pengembangan nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa sosial – emosional, dan seni.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) PAUD 2013 TKIT BINA UMMAH KECAMATAN SUMBER dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan anak usia dini formal berisi program-program pengembangan nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa sosial – emosional, dan seni.

Kurikulum ini disusun oleh tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan komite sekolah dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupataen Cirebon, dengan bimbingan narasumber ahli pendidikan dan pembelajaran. Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip – prinsip sebagai berikut :

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

  • Beragam dan terpadu.
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan.
  • Belajar sepanjang hayat.
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Pada akhirnya kurikulum ini tetap hanya sebuah dokumen, yang akan menjadi kenyataan apabila dilaksanakan dilapangan dalam proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran baik dikelas maupun diluar kelas hendaknya berlangsung secara efektif yang membangkitkan aktivitas dan kreativitas anak dalam hal ini para pelaksana kurikulum ( guru ) yang akan membumikan kurikulum ini dalam proses pembelajaran. Para pendidik juga hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikan bagi anak sehingga anak betah di sekolah. Atas dasar kenyataan tersebut, maka hendaknya pembelajaran di Taman Kanak – kanak dapat manantang, menyenangkan, dan mengasyikan. Dengan spirit seperti itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di TKIT BINA UMMAH Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum Taman Kanak – Kanak

Tujuan Pengembangan Kurikulum Taman Kanak – kanak ini yang pertama  adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan    inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada. Yang kedua adalah sebagai acuan bagi satuan pendidikan TK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sehinga akan memudahkan bagi guru  TKIT Bina Ummah untuk dapat mengembangkan model-model pembelajaran yang tepat sesuai dengan bidang-bidang pengembangan anak TK untuk mewujudkan visi dan misi sekolah.

Selain itu Kurikulum TK disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan kapada anak didik untuk :

  • Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Belajar untuk memahami dan menghayati.
  • Belajar untuk mampu malaksanakan dan berbuat secara efektif.
  • Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain.
  • Belajar untuk mambangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Prinsip Pengembangan Kurikulum TK

1. Berbuat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kompetansinya agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tersebut pengembangan potensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembanngan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntunan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat kepada peserta didik.

2. Beragam dan terpadu.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku budaya, adat istiadat dan status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan local, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (Stokeholders ) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan keterampilan  pribadi, keterampilan berfikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkasinambungan antar semua jenjang kehidupan.

6. Belajar sepanjang hayat.

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur – unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang ke arah perkembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan Motto Bhineke Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ).

  • Analisis SWOT Kondisi TKIT Bina Ummah

2

Alamat

Blok Campuan, Tukmudal, Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611

Telpn.

0231-8304650

Ibu Lulu (085743442580)

Email

tkit.binaummah@gmail.com